Klien memiliki sistem inti yang tidak dapat diganti karena alasan regulasi, namun membutuhkan kemampuan ERP modern untuk operasional pendukung. Tantangannya adalah menghubungkan keduanya tanpa mengubah sistem inti.
Kami merancang middleware dengan antrean pesan yang menangani sinkronisasi dua arah, penanganan kegagalan dengan percobaan ulang bertingkat, dan pencatatan audit untuk setiap transaksi yang lewat. Tim operasional mendapat dashboard pemantauan yang menampilkan status sinkronisasi secara langsung.
Input ganda yang sebelumnya dilakukan dua tim berbeda kini hilang sepenuhnya.